Hidup Di Dunia Hanya Sehari Saja

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Muhammad SAW. keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau. Alhamdulillah senantiasa kita bisikkan kepadaNya atas nikmatnya yang selalu dilimpahkan kepada kita semua.

Allah telah menggambarkan bagaimana ungkapan keluh kesah dan kesan orang-orang di hari akherat tentang kehidupan mereka di dunia sebagaimana firmanNya yang artinya:

mereka berbisik-bisik diantara mereka:”Kami tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)”. (QS. 20:103)
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya diantara mereka: “Kamu tidak berdiam (di dunia),melainkan hanya sehari saja”. (QS. 20:104)

Berbahagialah orang-orang yang hidup di dunia dalam waktu yang amat singkat itu dekat dengan para Rasul-Rasul Allah dan mereka menjadi orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya. Dan berbahagialah pula orang-orang yang dalam hidupnya yang singkat itu selalu bersama dengan orang-orang ahli kebenaran dan kebaikan penerus para Rasul dan selalu tolong menolong dalam ber ‘amar ma’ruf dan ber nahi mungkar. Sehingga hidup mereka selalu dalam keberuntungan.

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)

Berbahagialah anak-anak yang dididik dalam keluarga yang bertaqwa, dan berbahagialah orang-orang yang hidup dalam lingkungan orang-orang yang bertaqwa, dan berbahagialah manusia-manusia yang hidup dengan selalu menjaga taqwa. Karena dengan taqwa maka segala perbuatan manusia menjadi berkwalitas tinggi dan berbuah di dunia dan di akherat.

Sungguh orang-orang bertaqwa adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Allah, berkat perjuangan mereka untuk selalu bersabar di jalan yang benar dan diridoi oleh Allah maka mereka memperoleh derajad yang tinggi, dan memiliki kwalitas moral yang sangat tinggi, sebagaimana yang digambarkan Allah,

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri(muslimin)” (QS. 41:33)
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (QS. 41:34)

Dan apabila dibacakan (al-Qur’an itu) kepada mereka, mereka berkata:”Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; al-Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya). (QS. 28:53)
Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kabaikan, dan sebagian dari apa yang kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. (QS. 28:54)

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. 42:40)

Membiasakan diri untuk selalu menjadi manusia yang berkwalitas moral tinggi membutuhkan pengendapan dan pembiasaan ilmu, iman dan amal sholih. Bila seseorang telah belajar untuk selalu dan selalu dan selalu menempuh jalan-jalan kesholihan maka mereka akan dapat mencapai derajad manusia-manusia yang selalu sabar. Selalu sabar untuk selalu beramal sholih dan hidup dalam rahmat Allah.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS. 41:30)

Allah dan Rasulnya mengajari umat manusia untuk berlatih bersabar menjadi orang shalih, baik dalam bentuk ilmu atau pula dalam bentuk amal-amal yang nyata. Sholat sehari lima kali adalah termasuk cara-cara yang dikehendaki oleh Allah agar manusia selalu dalam kesholihan. Keseharian para sahabat-sahabat Rasulullah untuk bertadarus dan bertadabur Al-Qur’an setiap hari adalah jalan-jalan menumbuhkan kesabaran didalam mewujudkan amal sholih.

Potongan ayat diatas menyampaikan bahwa ….”Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanya sehari saja”. (QS. 20:104), ternyata hidup kita di dunia lebih pendek dari satu bulan. Padahal orang-orang beriman sudah biasa hidup berpuasa satu bulan penuh di bulan Romadhon. Tentu untuk berpuasa sehari akan lebih ringan insyaallah. Memang hidup di dunia amat singkat. Dalam waktu yang singkat itu kita dituntut untuk beramal sholih yang membawa kita bahagia di akherat yang lebih kekal.

Hidup di dunia digambarkan oleh Allah tidak lebih dari sehari saja. Kesabaran sering diuji dengan waktu. Semakin panjang waktu ujian kadang-kadang orang menjadi tidak sabar dengan ujian yang berat-berat dan melelahkan.

Seorang mukmin yang hidup di zaman modern, zaman penuh dengan ujian iman, kesabaran menjaga iman diuji dengan ujian yang besar-besar dan melelahkan. Namum seorang mukmin sudah sering dilatih oleh Allah untuk puasa 30 hari di dalam bulan romadhon.

Segala puji bagi Allah, mari kita berpagi-pagi menyiapkan diri kita dan generasi penerus kita untuk memahami arti hidup yang sebenarnya. Sebuah waktu yang sangat pendek, namun sangat menentukan. Janganlah waktu yang amat pendek itu diisi dengan hal-hal yang dapat merusakkan ilmu, iman dan amal sholih. Bersabarlah, hidup di dunia karena hidup di dunia hanya sehari saja.

Setiap manusia yang pernah hidup di muka bumi, pasti ingin menghasilkan suatu karya yang berguna. Allah lah yang menentukan perbedaan kecerdasan, kemampuan dan bakat seseorang. Namun setiap manusia yang beriman dituntut untuk berkarya yang terbaik dalam sepanjang hidupnya. Dan Allah tidak membebani kecuali sekadar kemampuannya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…….. (QS. 2:286)

Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. (QS. 23:62)

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 6:48)

Karya-karya yang ikhlash dan selalu mengharapkan keridhoan Allah, pasti Allah akan membimbing kepada jalan yang benar dan lurus. Yang akan bermanfaat bagi generasi berikutnya dalam meneruskan estafet mewujudkan Umat Islam yang Rahmatan lil ‘alamin seperti yang dikehendaki Allah untuk selalu bisa berlanjut sepanjang masa hingga akhir zaman. Wallahu a’lam

@@@

Perihal Bedjo29Shop
Terimakasih Gan ..?! atas kepercayaannya belanja di lapak kami ... Kepuasan Agan adalah kebanggaan kami .....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: